WELCOME TO AGEN GLUTERA JOGJAKARTA

Kisah Sukses Perempuan Hebat

Kisah Sukses Perempuan Hebat (1)
Dulu Kelam, Sekarang Semuanya Terang 
DEMI INDONESIA: Indah Rusbaiyah (tengah) bersama sahabat-sahabatnya di acara Gluver Militan Angkatan IV, di Markas Brigade Infanteri (Brigif) Lintas Udara 18, Jabung, Minggu (22/3).


’’JIKA kita tidak pernah melakukan kesalahan, bisa jadi karena kita tak pernah melakukan apapun. Mereka yang sering bertindak akan sering melakukan kesalahan. Mereka yang sering melakukan kesalahan, akan semakin dekat dengan cara yang benar. Jangan takut gagal! Jika kita tidak takut gagal, itu artinya kita siap untuk sukses!’’
Begitulah salah satu broadcast perempuan luar biasa asal Semarang ini. Hampir tiap hari dia memberi motivasi pada siapa saja yang ada di file BB-nya. Kebanyakan motivasi itu ia sampaikan pada seribuan networking yang jadi sahabat perempuan murah senyum ini.
Siapa dia? Namanya sih cukup indah. Sehari-hari ini perempuan kelahiran 1977 ini seorang ibu rumah tangga biasa. Sebelum jadi sukses seperti sekarang, perempuan berjilbab ini 10 tahun bekerja sebagai marketing freelance di perusahaan properti. Ya, dialah Indah Rusbaiyah. Salah satu wanita sukses usaha Glutera di Semarang.
’’Sekarang saya lebih banyak mencari sahabat dan teman. Melakukan BC ke file BB sahabat-sahabat saya. Berbuat kebaikan dan memberi semangat. Ini kan juga ibadah,’’ ucap Indah pada TIMESINDONESIA saat ditanya kebiasaan positifnya menyemangati sahabat BBM-nya.
Itulah Indah. Ibu dua anak ini sejak berkelut di bisnis Glutera merasakan betul perubahan dalam hidupnya. Perubahan tidak hanya pada ekonominya, tapi juga kepribadiannya yang kini jadi banyak teman dan sahabat di seantero nusantara. ’’Sahabat saya banyak. Mereka baik-baik semua. Hidup jadi indah karena silaturahim,’’ ujarnya.
Indah mengisahkan, perubahan hidup dia dan keluarganya berawal dari seorang teman yang juga suka memberi motivasi dalam hidupnya. Motivasi itu salah satunya tentang produk Glutera. ’’Namanya Mbak Wiwid. Dia sahabat saya, dan menjadi salah satu pengantar nikmat Allah yang diberikan pada keluarga kami,’’ kenangnya.
Pada September 2012, Indah diberitahu akan khasiat produk Glutera. Awalnya Indah tidak langsung percaya. Apalagi saat diberitahu harganya. ’’Waduh sepertinya bukan kelas saya ini Mbak Wiwid. Itu sih untuk biaya makan kami sekeluarga selama sebulan,’’ kenang Indah seraya terkekeh.
Namun setelah dijelaskan manfaatnya untuk kesehatan dan manfaat bisnisnya, Indah jadi tertegun. Apalagi saat itu pas ada program promo beli tiga dapat produk. ’’Saya langsung cari tiga teman saya untuk beli Glutera. Hanya modal BC di BBM saja. Eh gak sampai sejam ada tiga teman saya yang beli. Akhirnya saya pun dapat produk bonusnya,’’ kata Indah.
Lebih kaget lagi saat diberitahu oleh Wiwid bahwa di rekening Indah sudah ada bonus rupiah. Besarnya Rp 319 ribu. ’’Saya kaget banget. Di rekening sudah ada uang yang menurut saya sangat besar. Sebagai marketing properti, belum tentu saya sehari dapat uang sebesar itu dalam sehari. Nah ini, hanya modal jempol, saya dapat segitu. Alhamdulillah. Sejak itu semangat saya berkobar,’’ tegas Indah bersemangat.
Akhirnya Indah pun bertekad menekuni usaha di Glutera. Bagaimana hasilnya? ’’Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Setahun pertama, usaha ini telah bisa mengubah hidup saya. Yang tadinya kemana-mana pakai stang (motor, Red), kehujanan, kepanasan, bawa anak-anak, setahun pertama sudah tidak lagi. Alhamdulillah sudah bisa beli yang pakai setir bundar (mobil, Red),’’ ujar Indah mengenang.
Sukses ini membuat Indah dan keluarganya bahagia. Apalagi anak-anaknya yang sebelumnya kehujanan kepanasan dengan motor. Sekarang mereka sudah bisa menikmati tidak kehujanan kepanasan. ’’Dulu saya sampai melakukan hal yang tidak semestinya. Saya membuat permainan menghitung jumlah mobil yang warnanya merah, biru, putih. Saya ajak anak-anak permainan itu saat dibonceng ayahnya naik motor. Tujuannya apa, agar anak-anak tertidur saat naik motor dan tidak bergerak, biar aman. Dan itu berhasil,’’ kenang Indah.
Kini semuanya berubah. Indah yang dulu beda dengan yang sekarang. Selain bisa menikmati mobil barunya, Indah juga bisa merenovasi rumahnya dan membeli rumah baru. Bonus rupiahnya pun sudah bernilai miliar. Tak hanya itu, ibadah dan shodaqah juga makin lancar dan khidmat. ’’Alhamdulillah. Harus bersyukur. Ini nikmat Allah yang luar biasa,’’ ujarnya.
Meski sudah sukses di bisnis Glutera, Indah masih punya keinginan kuat. ’’Saya ingin membuat perempuan-perempuan Indonesia berdaya, sekalipun hanya seorang ibu rumah tangga. Semoga Allah mewujudkan cita-cita ini. Amien,’’ ucapnya bersemangat. (*)    




Kisah Sukses Perempuan Hebat (2)
Mag dan Typhus Itu Telah Ubah Hidup Saya
Rochmat Shobirin, 25-03-2015 - 10:12 -

BERKAH SILATURAHIM: Fitria Huriah Sulaiman dapat menikmati berkah hdup setelah bersakit-sakit dulu dengan mag dan typhus.



Novel Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati cukup pas jadi mirror hidup Fitria Huriah Sulaiman. Kisah perjuangan hidup asal Padang, Sumatera Barat, ini agak mirip dengan kisah Fitria yang juga kelahiran Sumatera Barat. Tepatnya di Kota Payakumbuh.
Bedanya, kalau Sengsara Membawa Nikmat berkisah soal perjuangan hidup yang benar-benar mulai dari nol hingga menemukan titik puncak kenikmatan hidup, nah, Fitria ini mendapat sukses hidup seperti sekarang justru dari sakit yang dideritanya.

’’Dulu saya kena sakit mag akut, plus typhus yang parah. Hampir tiap minggu ngedrop. Opname di rumah sakit sudah jadi langganan,’’ kenang putri dari Huriah Sulaiman ini.
Kondisi sakit seperti yang dialaminya juga sering dialami anaknya. Praktis, sakit mag ini jadi sakit keluarga. ’’Bisa dibayangkan kan bagaimana mag itu kalau menyerang. Belum lagi typhus-nya,’’ ujar Fitria yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga ini.

Cukup lama Fitria dan anaknya merasakan sakit ini. Beragam usaha pun telah dilakukannya. Baik secara medis maupun non medis. Kadang sembuh, kadang kumat lagi. Begitu seterusnya.
Memang sakit mag akut sulit untuk sembuh. Apalagi jika tidak dibarengi dengan disiplin tinggi. Sembuh, kambuh lagi. Sembuh lagi, lalu kambuh. Itu sudah biasa dan banyak yang merasakan.
Sakit ini membuat Fitria berputar otak mencari solusi. Termasuk sang suami yang sehari-hari berwiraswasta di bidang garmen juga terus berusaha memecahkan problem tersebut. ’’Tanya sana sini bagaimana menyembuhkan keluhan penyakit saya. Akhirnya saya kenal seorang teman yang kebetulan anaknya satu sekolah dengan saya. Tahunya dari DP (display picture, Red) di BB-nya. Kok ada produk Glutera. Itu kira-kira akhir 2013 lalu,’’ kenangnya.

Tahu ada produk tersebut, Fitri langsung browsing ke situs Glutera. Dari situs Glutera, Fitria tertarik dengan produk serbuk coklat Swiss. ’’Saya langsung tertarik, karena kebetulan Fit suka susu coklat. Jadi langsung klik aja manfaatnya. Ternyata di situ ada manfaat bisa mengobati mag,’’ ujar ibu dua anak ini.

Setelah mendapatkan produk Glutera tersebut, ia mengonsumsinya selama sebulan. Hasilnya luar biasa. Sakit mag Fitri dan anaknya jarang kambuh. Yang lebih hebat lagi, staminanya juga makit fit dan mudah lemas.
’’Sejak mengonsumsi itu, banyak perubahan dalam diri saya dan anak-anak. Suami yang jga mengonsumsi itu juga merasakan gak gampang sakit,’’ ungkap pemilik nama beken Fitria HS ini.
Yang lebih menarik Fitri, selain bisa membantu mengatasi problem kesehatannya, Glutera juga menawarkan bisnisnya. Awalnya pun coba-coba. Seperti halnya temanya yang selalu memasang DP Glutera di BB-nya, Fitri pun melakukan itu.

Kadang juga Fitri menyelipi DP BlackBerry nya dengan kisah kesembuhan sakitnya berkat mengonsumsi produk Glutera. ’’Ya, testimoni diri saya sendiri bagaimana mag saya dan anak saya sembuh. Juga sakit typhus-nya. Alhamdulillah respons teman-teman sangat banyak. Ada juga lho yang menginginkan produk itu,’’ ujar Fitri.
Sejak itu pula ia lebih rajin bertestimoni. Apalagi dia sudah mendapatkan rupiah dari berjualan produk Glutera ke rekan-rekan dekatnya. ’’Saya learning by doing aja. Tidak ada yang mengajari. Apalagi saya memang tidak ada latar belakang marketing sama sekali,’’ aku wanita murah senyum ini.
Dari coba-coba itu, akhirnya Fitri bertemu dengan salah satu leader dari Malang, Eko Glutera dan Dewie Glutera. Kedua pasangan suami istri inilah yang mendampingi Fitri untuk preview produk Glutera. Misalnya saat presentasi di Jambi dan Jakarta.
Hasilnya Mbak Fit? ’’Luar biasa. Saya tidak mengira hidup saya berubah. Dulu sering sakit, sekarang Alhamdulillah bisa menikmati hidup. Sakit mag dan typhus itu ujian dari Allah untuk mengubah hidup saya,’’ kata Fitria seraya berkali-kali mengucap syukur.

Kini ia sukses mengembangkan networking-nya di sejumlah kota. Dia pun menjadi agen di Jakarta. Tak cuma itu ia juga telah punya agen di Sarolangan, Jambi, dan Tarakan, Kalimantan Utara. ’’Mereka sahabat-sahabat saya. Networking ini bukan hanya sebagai teman usaha, tapi sahabat yang saling membantu. Bisa silaturahim. Seperti Hadits Nabi Muhammad, siapa yang suka silaturahim akan banyak rejeki. Insyaallah saya membuktikannya,’’ tutur ibu yang rendah hati ini.
Soal nilai rupiah yang didapat Fitri sekarang, ia enggan menyebutkan. ’’Ya Alhamdulillah. Semua rejeki dari Allah dan berkah silaturahim lewat perantara Glutera. Pada 2014 lalu kai sekeluarga bisa umroh dan bisa membeli mobil,’’ ucapnya seraya terus bersyukur.

Lepas dari rejeki besarnya dari bisnis di Glutera, ada sesuatu yang dirasakan Fitri dalam hidupnya sekarang. Apa itu? ’’Keluarga sehat semua dan fit. Hidup jadi nikmat dan berkualitas. Dan yang lebih penting lagi, kita jadi banyak sahabat dan bisa berbagi inspirasi bagi yang lain meski hanya sebagai ibu rumah tangga. Semoga teman-teman di Gluvers nanti bisa jadi sahabat dunia dan akherat,’’ kata Fitri. Semoga. (*)

Kisah Sukses Perempuan Hebat (3) 
Dulu Ibu Rumah Tangga Kuper, Kini Jadi Miliader
Rochmat Shobirin, 26-03-2015 - 08:57 - Total Views: 1718
JADI CANTIK: Herlina dan kesuksesan yang diraihnya. Bukan hanya wajahnya yang kembali cantik, tapi juga bermanfaat bagi orang lain. (Foto: herlina for timesindonesia)


Peran domestik rumah tangga yang hanya berkutat pada sumur, dapur, dan kasur paling banyak dilakoni ibu rumah tangga (IRT). Ini pula yang dijalani Herlina Oktarini, ibu rumah tangga asal Kudus, Jawa Tengah, setelah pindah ke Gresik, Jawa Timur, pada Juni 2012 lalu. Ibu tiga anak ini ikut pindah setelah sang suami pindah kerja ke Jawa Timur.
   
Meninggalkan kerja sebagai tenaga marketing ekspor percetakan di Kudus sejak pindah rumah, membuat Herlina praktis murni sebagai ibu rumah tangga. Sejak Juni 2012 itu pula, Herlina sehari-hari banyak menghabiskan waktu di rumah tanpa penghasilan seperti sebelumnya sebagai karyawan.
’’Bisa dibayangin, di tempat baru saya belum punya teman. Aktivitas hanya di rumah. Kenal paling dengan tetangga kanan kiri. Benar-benar jadi orang rumahan yang kuper (kurang pergaulan),’’ kata Herlina mengawali kisahnya.    

Yang membikin Herlina makin kuper bukan hanya minimnya teman di daerah baru. Namun sejak pindah ke Gresik, kulit wajahnya jadi rusak. Mungkin karena cuaca dan kondisi udara yang beda membuat kulit wajahnya resisten. ’’Kondisi ini membuat saya makin kuper dan minder saja,’’ ucapnya.
Sang suami pun khawatir. Berbagai perawatan kulit pun dijalani Herlina. Bahkan sampai ke klinik kecantikan yang paling bagus di Gresik. Jutaan rupiah pun sudah keluar. Namun usaha Herlina belum membuahkan hasil. Kulit wajahnya tidak kunjung membaik.   

Herlina pun nyaris putus asa. Apalagi anak-anaknya juga kerap menggojlok tentang kecantikan sang ibu. ’’Anak-anak sering bilang, wajah ibu sekarang jadi jelek,’’ kata Herlina menirukan ucapan sang anak.
Apa Herlina benar-benar putus asa? Nyaris. Namun Tuhan memilihkan jalan terbaik bagi ibu tiga anak ini. Usai menyiapkan segala keperluan rumah tangga, Herlina melihat-lihat BlackBerry miliknya di ruang keluarga. Beberapa DP dilihatnya. Termasuk broadcast (BC) dari kontak BB-nya.
Salah satu temannya BC tentang produk Glutera. ’’Mbak Mia, salah satu teman kuliah saya dulu, BC tentang manfaat produk Glutera. Saya ngikuti terus BC-BC nya. Termasuk segala manfaat produk di BC tersebut. Itu kira-kira sudah tiga bulan lebih saya menderita akibat kerusakan kulit wajah,’’ jelasnya.
Setelah berpikir panjang, Herlina pun mencoba produk hasil BC sang teman. ’’Setelah 12 sachet saya mengonsumsi, anak-anak bilang wajah saya sudah bagus. Bener saya tidak menyadari lho, malah anak-anak yang memberi tahu.’’

Saking kagetnya, Herlina mengambil cermin dan mengamati wajahnya, Benar saja, dia merasakan kulit wajahnya menghalus, jerawat berkurang, flek memudar, dan bekas-bekas jerawatnya pun lenyap. Bahkan ia baru sadar setelah check up, ternyata kolesterol dan asam uratnya hilang. ’’Vertigo dan ambeien saya juga ikut sembuh,’’ kenangnya.

Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Herlina pun ingin terus mengonsumsi produk Glutera. Namun karena harganya lumayan, ia pun berkomunikasi dengan Mia Prisiadani dan Arie Widanto. Dari pasangan suami istri ini Herlina berguru. ’’Saya mendapatkan pencerahan. Ternyata ada potensi bisnis yang luar biasa. Saya pun tertarik. Apalagi dibimbing langsung oleh Mbak Mia dan suaminya,’’ tandas Herlina.

Ia pun dengan sabar dan telaten menggeluti bisnis tersebut. Dari presentasi hingga mengenalkan produk luar biasa ini. Gambar di BB nya pun dipasang produk Glutera. Termasuk BC lewat BBM. 
Respons dari kontak teman-temannya pun cukup banyak. Apalagi setelah melihat wajah Herlina yang berubah total. Dari wajah dengan kulit rusak menjadi cantik dan bersih.
Akhirnya teman-teman di kontak BB Herlina penasaran. Tak cuma itu, mereka pun berbondong-bondong membeli produk dan mengembangkan bisnisnya. ’’Alhamdulillah dua tahun menggeluti bisnis ini, saya sudah bisa membeli mobil sendiri dari keringat sendiri, tidak lagi tergantung dari suami,’’ ujar ibu murah senyum ini.

Soal tabungan juga sudah cukup banyak, apalagi bonusnya juga telah mencapai angka miliar. Dan yang lebih penting lagi, bonus-bonus paket Glutera bisa dikonsumsi keluarga besarnya. ’’Keluarga besar jadi sehat dan awet muda. Ternyata buruk rupa, kena Glutera ternyata membawa berkah.’’
Cita-cita Herlina yang ingin jadi dokter gak kesampaian. Namun dengan menggeluti bisnis networking barunya ini, Herlina pun seperti hadi dokter. Ia kerap membantu kesembuhan sahabat-sahabatnya. Termasuk membikin mereka tambah cantik. ’’Tiap hari BB saya tak pernah berhenti. Ada saya yang mengucapkan terima kasih,’’ katanya.


Dan yang lebih penting lagi, Herlina mampu menunjukkan bahwa ibu rumah tangga sekarang bisa sangat bermanfaat untuk sesama dan produktif tanpa harus meninggalkan tugas utama sebagai istri dan ibu. Karena itu perintah agama. ’’Menjalani peran istri dan ibu wajib bagi wanita. Karena itu perintah agama. Namun di sela-sela itu, kita bisa memanfaatkan waktu untuk kesejahteraan rumah tangga. Ini peran yang harus dijalani ibu rumah tangga agar berdaya,’’ tutur Herlina. (*)


Kisah Sukses Perempuan Hebat (4) 
Si Oranye Telah Habis-habisan Ubah Hidupku

Rochmat Shobirin, 28-03-2015 - 08:11 - Total Views: 1536
Nancy dan suaminya saat umroh. Ia pun makin bahagia bersama keluarga. (Foto: Dok Nancy for TIMESINDONESIA)

Namanya cukup singkat, Nancy. Nama bekennya Nancy Suprapto. Usianya 34 tahun. Anaknya sudah empat, tiga cewek dan satu cowok. Namun banyak rekan dan sahabat-sahabatnya bilang, Nancy 10 tahun tahun lebih muda dari usia aslinya.

’’Bener lho. Banyak sekali yang bilang begitu. Suami saya sendiri sampai heran, kok saya kelihatan lebih muda,’’ ucap Nancy ringan mengawali pembicaraan dengan TIMESINDONESIA.
Ikhwal sebutan lebih muda itu berawal dari dua tahun lalu. Usai senam di sanggar senam miliknya di Solo, Nancy ngobrol-ngobrol dengan temannya. Obrolan di antara mereka seputar bagaimana cara merawat kulit secara alami selain senam.  

Dari obrolan tersebut seorang teman Nancy bilang kalau glutathione bagus untuk kulit. ’’Apa itu glutathione saya juga tidak tahu. Tapi namanya untuk merawat kulit, wanita pasti seneng,’’ kenang Nancy.      
Sayangnya, jangankan membeli barangnya, namanya saja mereka masih asing. ’’Temenku itu bilang kalau glutathione di Indonesia itu belum ada. Pikir saya gak ada di indonesia kok ditawarkan. Aneh juga temanku ini,’’ pikir wanita kelahiran Solo, 1981, itu.

Obrolan mereka pun selesai. Termasuk soal glutathione yang bikin kulit awet muda. Nancy sendiri sudah sedikit melupakan pembicaraan tersebut. Apalagi memang produk glutathione juga tidak dijual bebas.

Beberapa minggu dari obrolan itu, seorang temen Nancy datang. Ia membawa brosur Glutera. ’’Temanku bilang gini, nah ini lho mbak yang kita cari. Tapi waktu itu aku gak nanggepin. Apalagi lihat harganya, Rp 750 ribu,’’ ujarnya.
Setelah dipikir-pikir, beberapa hari kemudian, Nancy tertarik juga. Ia pun bicara dengan sang teman. Dirasa mahal, Nancy dan temannya itu pun beli dengan cara patungan berdua. ’’Coba-coba ah,’’ pikir Nancy waktu itu.      

Sampai di rumah, Nancy tidak berani menunjukkan produk Glutera itu pada suaminya. Takut dimarahi dengan membeli produk tersebut. Apalagi pakai uang usaha dan sedikit uang belanja.
Namun diam-diam ia mengonsumsinya. Dua hari satu sachet. ’’Namanya saja coba-coba, waktu minum dua sachet belum ada perubahan apa-apa. Nah, setelah empat sachet seluruh tubuh saya yang tersembunyi ikut bersih. Bahkan diam-diam suami ya mengamati. Katanya; Dik aku lihat kamu sekarang makin beda. Akhirnya aku keluarin itu produk,’’ jelasnya. Sejak ada perubahan di fisiknya, Nancy mulai terbuka dengan suami. Termasuk soal produk yang ia konsumsi.

Nah untuk mendapatkan lagi produk tersebut, ia aktif berkomunikasi dengan agen-agen Glutera. Atas saran mereka, Nancy jualan produk itu. Awalnya ia iseng memasang tas glutera di DP BlackBerry-nya. Hanya memasang saja, apalagi ia tidak bisa menjelaskan apa itu Glutera.
’’Pokoknya cuma niat baik aja. Biar perempuan-perempuan itu bisa cantik-cantik semua. Kalau istri terlihat cantik seksi pastinya para suami makin cinta. Itu aja tujuan saya,’’ ujarnya bersemangat.
Beberapa hari kemudian ia menambah status di BB nya. Tulisannya begini; ’’Wahai kaum wanita, tahulah produk ini, ternyata bagus untuk wanita.’’

Karena niat baik itulah banyak temen-teman Nancy yang kepincut. ’’Karena aku belum bisa jelasin, bisanya cuma bilang gini, pokoknya saya pakai 5 sachet saja, seluruh lipatan-lipatan bersih,’’ jelasnya singkat.
Hanya bermodal status dan DP di BB itu saja, sejumlah temannya banyak yang tertarik. ’’Sehari saya bisa laku 15 paket, waktu itu promonya beli 3 free 6 sachet,’’ kenangnya.

Singkat cerita, karena dalam sehari bisa laku banyak, bukan hanya keuntungan fisik yang didapat Nancy, tapi juga rupiah mengalir. Ia pun bingung. Apalagi permintaan makin banyak tiap hari. Tanpa pikir panjang, akhirnya Nancy pun gabung menjadi member setelah berjualan sebulan.
Sayangnya, saat gabung bisnisnya, tentangan justru datang dari keluarganya. ’’Mereka bilang, sudah punya usaha kok masih cari yang aneh-aneh. Tapi saya tetap bertekad jalankan bisnis ini,’’ akunya.
Setelah tujuh bulan jalan, Nancy beli mobil dari usahanya itu. Keluarga kaget. Mereka bertanya-tanya dari mana Nancy bisa membeli mobil sendiri. Setelah bercerita, akhirnya semua keluarga mendukung.

Dua tahun menjalani bisnis networking ini, Nancy sudah mendapat rupiah miliaran. Ia pun membeli rumah idamannya di tengah Kota Solo. Mobil baru juga dibelinya lagi. ’’Alhamdulillah saya juga bisa umroh sampai tiga kali. Semuanya berkah dari usaha ini,’’ ucap Nancy.
Kehidupan pun berubah. Selain rupiah dan bonus, Nancy juga mendapat banyak sahabat. Keluarga besarnya juga sehat. Ibunya yang kena jantung juga sembuh, ayahnya juga sehat. Sang suami yang kolesterolnya tinggi juga sekarang normal. Sakit ginjal adiknyajuga sudah tidak kumat-kumat lagi.
’’Pokoknya saya telah diubah habis-habis oleh Glutera. Baik fisik maupun kehidupan ekonomi keluarga saya,’’ ujarnya ibu empat anak ini seraya terus bersyukur pada Yang Kuasa. (*)



Kisah Sukses Perempuan Hebat (5)

Dulu ’’Ngojek’’, Sekarang Naik Pangkat Jadi ’’Sopir’’

BERKAH KETEKUNAN: Winarti dan keluarganya. Kini ia bisa membeli mobil dari hasil keringatnya sendiri. (Foto: Winarti for TIMESINDONESIA)

’’Mama sekarang kelihatan ndut. Jadi jelek kayak badut,’’ ucap Winarti, salah satu tenaga medis Bagian Instalasi Farmasi Rumah Sakit Telogorejo, Semarang, menirukan ucapan salah satu putrinya.

Wanita yang lahir pas Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus, 44 tahun silam itu kaget dengan olokan sang putri. Apalagi ucapan seperti itu tidak hanya sekali. Memang awalnya marah, tapi setelah merenung, Winarti akhirnya nyadar juga. ’’Ngaca di depan cermin, oh ternyata memang gendut dan tak berbentuk tubuh saya hehe,’’ kenangnya seraya terkekeh.

Ia pun berpikir jika ucapan anaknya itu perlu dipertimbangkan. Kalau ucapan anak saja mungkin bisa diantisipasi, tapi kalau bahaya lain bisa bikin rumah tangga ruwet. Apa itu Mbak Wien? ’’Coba kalau suami lirak lirik wanita lain karena malas lihat saya gendut, bisa-bisa kacau neh rumah tangga,’’ kata ibu tiga anak ini.

Pikiran itu pun terus berkecamuk di kepalanya. Sebagai tenaga medis di bidang farmasi, Winarti pun coba mencari tempat untuk perawatan body-nya. Sejumlah salon pun didatangi. Namun, rutinitas ke salon toh tetap tidak mengubah postur tubuhnya. Tetap gendut ’’berisi’’.

Di pihak lain, ketakutannya juga makin memuncak karena Winarti juga pernah punya riwayat kena kanker serviks. Ketakutannya pun bertambah. Apalagi jika ia mengingat kalau temannya ada yang meninggal karena penyakit itu.

Beragam upaya pun dilakukan Winarti. Dari ke dokter hingga pengobatan alternatif. Semuanya dijalani demi keutuhan rumah tangga dan sakitnya.

Sampai akhirnya, sebelum ia berangkat kerja, iseng-iseng ia membuka display picture (DP) BlackBerry miliknya. Salah satu teman SMP Winarti memasang produk Glutera. Winarti pun coba-coba membeli paketan Glutera dari temannya itu. ’’Seingat saya, sekitar bulan Maret 2013 saya beli dan mengonsumsinya,’’ kenang wanita ramah dan murah senyum ini.

Di luar perkiraan Winarti, setelah mengonsumsi dua paket, perubahan terjadi di tubuhnya. Pujian keluar dari mulut rekan-rekannya di kantor. Memang Winarti sendiri merasakan ada perubahan pada tubuhnya. Bintik-bintik di leher sudah hilang. Padahal sebelumnya tiap tahun dioperasi kecil. Sakit nyeri menjelang haid juga hilang. Dia juga mengaku jadi lebih segar dan berstamina.

Bahkan salah satu dokter di RS Telogorejo sempat memujinya. ’’Dokter Neni bilang; Kok kulit Mbak Wien sekarang lebih glowing ya, tambah langsing juga,’’ ucap Winarti menirukan Dokter Neni.
Nah, pujian sang dokter ini dibikin status di Facebook dan BB oleh Winarti sambil memasang DP fotonya yang mulai mengkilap. ’’Weees…dpt pujian dari dokter Neni yang cantik kalo aq jadi glowing stlh minum Glutera…zizizizi.’’

Status FB dan BB Winarti banjir komentar. Banyak teman-temannya yang ingin seperti Winarti, ada perubahan di tubuhnya. Banyak juga minta produk yang dikonsumsinya. ’’Akhirnya saya pun membeli Glutera untuk teman-teman. Eh, ternyata dapat duit juga berupa bonus,’’ jelas Winarti yang memang hobi FB-an dan ngenet ini.

Sejak itu, Winarti pun ingin menggeluti usaha tersebut. Pada September 2013, ia nekat ke Malang bertemu dengan bos-bos Glutera. Dia pun bertemu dengan Anton Widianto, salah satu penggedhe Glutera di Malang. ’’Saya ikut training Mas Anton tentang bisnis Glutera ini. Usai training, saya jalankan bisnisnya. Alhamdulillah meski jarak Malang-Semarang jauh, namun Mas Anton terus membimbing hingga saya bisa merasakan limpahan rupiah dan aneka bonus,’’ tandas Winarti.
Kini Winarti pun merasakan manfaatnya. Mobil dan rumah bisa beli dari uang dan keringat sendiri. Bonus rupiah pun melimpah. ’’Yang terpenting lagi, sahabat saya ada di mana-mana sekarang. Mereka baik-baik semua. Mereka seperti keluarga besar di sini. Dan yang terpenting lagi, anak-anak saya kini bangga dengan mamanya. Karena mamanya tidak lagi gendut, tapi sudah cantik,’’ kata ibu tiga anak penyuka traveling dan membaca ini.    

Soal ekonomi, Winarti dan keluarganya juga merasa jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, jika sebelumnya ’’ngojek’’ untuk antar anak-anaknya ke sekolah, sekarang bisa mengantar mereka dengan roda empat. ’’Ibaratnya dulu ngojek, sekarang naik pangkat jadi sopir pribadi anak-anak. Mereka pun makin bangga dengan mamanya,’’ ujarnya bangga.
Apa rencana Mbak Wien ke depan? Dengan tegas, wanita luar biasa ini ingin mendedekasikan diri pada para perempuan di Indonesia agar lebih berdaya dan bermanfaat. ’’Saya ingin berbagi kebahagiaan dan menularkan banyak hal agar wanita-wanita Indonesia cantik dan sukses, serta sejahtera dari sisi ekonomi,’’ tegas Winarti. (*)


Kisah Sukses Perempuan Hebat (6)

Penjahit dari Desa Ini Kaget Bisa Beli Mobil

TUKANG JAHIT: Vera Evita Ari di depan tunggangan barunya. Ia ingin berbagi atas kesuksesanya.
’’Wes thalah Mbak, ayo ikut. Gak usah wedhi gitu. (Sudahlah Mbak, mari ikut, tidak usah takut),’’ ajak salah satu teman Efita sekitar tengah November 2012 silam.

Efita yang punya nama lengkap Vera Efita Ari ini memang mengaku sebagai ibu rumah tangga yang minder. Selain latar belakangnya sehari-hari yang bukan dari kalangan the have, Evita juga punya kelainan hormon. Akibatnya wajah Efita sering tumbuh jerawat yang membandel.

Selain itu, masalah kesehatan yang dialami Efita juga terbilang borongan. Ada sinusitis, problem pencernaan yang kacau, dan kelainan hormon. ’’Saya ini ibu rumah tangga dari orang desa yang kerjaannya tiap hari tukang jahit baju. Eh.. kok diajak bertemu ibu-ibu kaya di mall. Benar-benar minder,’’ kenang Efita mengawali pembicaraan dengan TIMESINDONESIA.  

Untunglah, setelah diyakinkan salah satu temannya, Mbak Emy, Efita mampu membuang rasa mindernya. Akhirnya ia pun berangkat ke mall. ’’Saya mendengarkan Mbak Dewi dan Mas Eko berbagi cerita tentang manfaat Glutera. Saya menyimak benar apa yang disampaikan. Apalagi manfaatnya kok seperti berkaitan dengan sakit yang saya derita,’’ kata perempuan kelahiran Sidoarjo, 40 tahun silam ini.

Nah, setelah mendengar penjelasan tersebut, hati Efita tergerak. Ia pun membelinya. Tak peduli dana tabungan dari hasilnya menjahit kian menipis dipakai untuk membeli produk Glutera. Yang ada di pikiran Efita waktu itu hanyalah ingin mengonsumsi produk tersebut dan penyakitnya sembuh.
Tak terasa, konsumsi produk tersebut membuat kantongnya makin tipis. Suami Efita yang bekerja di sebuah BUMN juga kerap mengeluhkan. Namun di sisi lain, sedikit demi sedikit wajah dan penyakit Efita sembuh. Meski belum total, namun sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sebelum mengonsumsi Glutera.

’’Rasa ingin terus mengonsumsi akhirnya membawa saya untuk menjalankan bisnisnya. Bulan-bulan pertama, saya hanya share-share lewat BBM dan facebook. Hanya iseng saja, wong tujuannya agar tetap bisa mengonsumsi Glutera untuk kesembuhan penyakit saya,’’ papar ibu yang murah senyum ini.

Beberapa bulan Efita hanya iseng menjalankan bisnis Glutera. Sehari-hari tetap saja menjalani rutinitas rumah tangga. Menjadi ibu rumah tangga dan menjahit. ’’Saya belum fokus 100 persen jalankan bisnisnya. Disambi-sambi saja,’’ ujarnya.

Dengan menjalankan bisnis sambil lalu, Efita sudah mendapatkan sejumlah rupiah. Bahkan jika dihitung jauh lebih besar jika dibandingkan dengan jasanya menjahit baju. ’’Sejak itu saya berpikir, kenapa tidak serius sekalian. Toh hasilnya juga jauh lebih besar,’’ tandas Efita.

Berbekal rekan-rekannya yang sudah tertarik dengan produk Glutera, Efita menyeriusi bisnisnya. Ia pun terbang ke Makassar, Medan, Jakarta, hingga Ambon untuk membantu temannya menaikkan omset. ’’Bayangin, saya ini orang ndeso tukang jahit, bisa naik pesawat terbang. Gak kebayang. Tapi sekarang senang, bisa jalan-jalan sambil kerja,’’ ucapnya yang disambung tawanya yang renyah.
Karena keseriusannya, di tahun pertama Efita menjalankan bisnisnya, ia mampu meraup omset hingga Rp 500 juta. Dengan omsetnya itu, bonus rupiah pun mengalir. Ia pun sudah bisa membeli mobil Panther untuk keluarga. Ia juga merenovasi rumahnya.

Bahkan, di tahun berikutnya, 2014, Efita sudah punya kendaraan sendiri. ’’Keluarga sudah punya kendaraan sendiri yang besar, nah saya juga sudah punya kendaraan sendiri. Modalnya hanya istiqamah dan semangat berbagi,’’ tutur Efita.

Hidup harus saling membantu dan berbagi. Begitulah yang selalu ada di benak Efita. Karenanya, Efita pun terus mengajak ibu rumah tangga yang senasib dengannya. Paling tidak ia ingin ibu-ibu mampu berdiri di kaki sendiri dengan bekal istiqamah dan semangat.

Maka, ia pun berhasil membuktikan niat tulusnya tersebut. Beberapa ibu rumah tangga yang tidak punya kendaraan, dalam dua bulan sudah bisa membeli motor. Ada juga yang sudah mampu membeli mobil.

’’Yang terpenting semua sehat dan bisa keluar dari penyakitnya. Di pihak lain kita bisa bersyukur lebih pada Tuhan karena bisa berbagi pada sesama. Karena sejatinya hidup itu tidak hanya berhenti untuk disi sendiri. Tapi juga bisa dirasakan yang lain. Inilah semangat yang kami bawa dalam bisnis ini. Luar biasa. Banyak sahabat, banyak teman, dan banyak silaturahim. Ini harta yang luar biasa bagi saya,’’ tutur Efita. (*)
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar